Pengertian penyakit polio
Penyakit polio adalah penyakit virus menular yang menyebabkan kelumpuhan, kesulitan bernapas dan kadang – kadang kematian. Kasus polio di amerika serikat terakhir ditemukan pada tahun 1979. Saat ini virus polio banyak mempengaruhi anak – anak dan orang dewasa di Afghanistan, india, Nigeria dan Pakistan. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyarankan untuk mengambil tindakan pencegahan untuk melindungi seseorang terhadap polio jika bepergian ke daerah yang berisiko polio. Karena itu diperlukan vaksin untuk mencegah penularan virus polio.
Penyebab penyakit polio
Polio disebabkan oleh virus polio. Virus ini menyebar terutama melalui mulut dan kotoran dari seseorang yang terinfeksi terutama di daerah yang sanitasinya jelek. Virus polio ini dapat menular melalui air yang terkontaminasi dan makanan atau melalui kontak langsung dengan seseorang yang terinfeksi virus. Polio sangat menular kepada siapa pun juga yang hidup dengan orang yang baru terinfeksi polio. Virus polio yang terdapat pada orang yang terinfeksi polio sangat menular terutama 7 – 10 hari sebelum dan sesudah gejala dan tanda polio muncul, namun mereka dapat menyebarkan virus polio hingga berminggu – minggu dalam tinja mereka.
Faktor resiko polio
Berikut beberapa faktor resiko yang menyebabkan seseorang beresiko tertular polio meliputi :
• Belum divaksin polio terutama pada wanita hamil, sistem kekebalan yang lemah, dan usia muda.
• Melakukan perjalanan ke daerah wabah polio
• Hidup dan merawat penderita polio
• Penderita tonsilektomi (pemotongan amandel)
• Sanitasi dan kebersihan pribadi jelek
Gejala dan tanda polio
Meskipun polio dapat menyebabkan kelumpuhan dan kematian, sebagian besar orang yang terinfeksi dengan virus polio tidak menjadi sakit dan mereka tidak pernah sadar mereka telah terinfeksi polio sebelumnya. Polio terbagi atas dua yaitu Nonparalytic polio (tidak menyebabkan kelumpuhan) dan paralytic polio (menyebabkan kelumpuhan)
Nonparalytic polio
Beberapa orang yang mengalami gejala – gejala dari virus polio non paralytic polio tidak menyebabkan kelumpuhan. Umumnya gejala dan tanda yang timbul seperti flu dan penyakit virus lainnya. Tanda dan gejala yang terjadi biasanya berlangsung dua sampai 10 hari,yang dapat meliputi :
• Demam
• Sakit tenggorokan
• Sakit kepala
• Muntah
• Kelelahan
• Leher nyeri atau kekakuan pada leher
• Nyeri atau kekakuan pada lengan atau kaki
• Kejang otot
• Radang selaput atau mukosa
Paralytic polio (kelumpuhan polio)
Kurang dari 1 persen orang yang terinfeksi virus polio berkembang menjadi polio paralitik, yaitu bentuk polio yang paling serius karena menyebabkan kelumpuhan. Gejala dan tanda polio paralitik sama seperti gejala dan tanda polio non paralitik. Namun antara satu hinga 10 hari kemudian akan muncul gejala dan tanda khusus polio paralitik yaitu :
• Hilangnya refleks
• Nyeri otot yang parah atau kejang
• Kelumpuhan yang sifatnya mendadak dan kaku
Diagnosa polio
Dokter menegakkan diagnosa dengan gejala dan tanda polio seperti kekakuan pada leher dan punggung, refleks yang tidak normal, kesulitan menelan dan bernapas. Untuk mengkonfirmasi diagnosis polio, samper dari sekresi tenggorokan, tinja atau cairan cerebrospinal (cairan yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang) diperiksa untuk mengetahui keberadaan virus polio.
Pengobatan polio
Tidak ada obat untuk menyembuhkan polio, adapun fokus pengobatan polio meliputi mempercepat pemulihan dan mencegah komplikasi. Adapun perlakuan terhadap polio meliputi :
• Istirahat
• Pemberian antibiotik untuk infeksi sekunder (tidak untuk virus polio)
• Analgesik untuk menghilangkan rasa nyeri
• Portable ventilator untuk membantu pernapasan
• Olahraga ringan (fisioterapi) untuk mencegah kelainan dan hilangnya fungsi otot
• Diet bergizi
Pencegahan polio
Cara mencegah polio yang paling efektif adalah dengan pemberian vaksin polio. Saat ini kebanyakan anak di amerika serikat menerima empat dosis virus polio tidak aktif pada usia sebagai berikut :
• 2 bulan
• 4 bulan
• Antara 4 – 18 bulan
• Vaksinasi booster antara 4 – 6 tahun ketika anak – anak akan masuk sekolah.
Vaksin polio umumnya efektif 90% setelah dua kali vaksin dan 99% efektif setelah tiga kali vaksin. Efek samping yang paling umum adalah rasa sakit dan kemerahan pada tempat injeksi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar